0

Meski tak bisa melihat, bukan berarti para tunanetra tak bisa leluasa menggunakan layanan teknologi. Bahkan ternyata, mereka juga gemar menggunakan layanan jejaring sosial yang saat ini tengah booming seperti Facebook, Twitter dan Path.

Diceritakan Instruktur kursus komputer Yayasan Mitra Netra, Suryo Pramono, Facebook menjadi jejaring sosial yang paling banyak digunakan oleh para tunanetra yang dikenalnya. Hal ini tak lain karena layanan yang dibuat oleh Mark Zuckerberg dkk itu memiliki banyak fitur yang dianggap mempermudah para tunanetra.

Hal ini, karena ada aplikasi suara di komputer yang dapat mempermudah penggunaan Facebook. "Facebook adalah jejaring sosial yang populer, selain itu kita juga pakai layanan lain seperti Twitter dan Path," tutur Suryo di Pacific Place, Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Namun secara khusus, Suryo menuturkan bahwa Facebook lebih unggul karena ada banyak grup mengenai tunanetra di dalamnya. "Kalau kita buka Facebook, kita bisa ketik 'tunanetra' dan di sana ada banyak yang bisa dilihat," sambungnya.

Penggunaan jejaring sosial ini menunjukkan bahwa pada dasarnya, tunanetra juga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh orang yang bisa dilihat. Kendati memang ada keterbatasan dalam beberapa hal.

Karena itu, Kepala Bagian Humas Yayasan Mitra Netra, Arya Indrawati, berharap Indonesia memiliki lebih banyak fasilitas yang mendukung para tunanetra. Ketimpangan fasilitas bagi tunanetra terlihat nyata saat dia berada di Australia.

"Di luar negeri, tunanetra sudah difasilitasi untuk mengunjungi museum dan menonton pertunjukan seperti di bioskop ada yang sudah dilengkapi teknologi audio deskripsi. Kita berharap Indonesia juga akan memiliki fasilitas seperti itu," harapnya.

Post a Comment

 
Top