0

Menggunakan emoticon atau simbol ekspresi saat mengirim pesan kepada teman mungkin hal yang biasa. Namun, bila emoticon sampai membuat ancaman, bahkan berujung pada kasus hukum, mungkin ini hal yang sangat jarang terjadi.

Dilansir Ubergizmo, Senin (26/1/2015), seorang remaja 17 tahun ditangkap setelah mem-posting emoticon untuk mengancam polisi. Osiris Aristy dari Bushwick, Brooklyn, Amerika Serikat mem-posting gambar dirinya dengan senjata.

Ia juga mengunggah gambar emoticon senjata yang menunjukkan sebuah 'ancaman', di mana emoticon senjata itu diarahkan ke emoticon kepala polisi. Saat pesan emoticon tersebut diterima, pengirimnya kemudian ditangkap.

Halaman Facebook Aristy kabarnya berada dalam pengawasan polisi dan dia sejak itu telah didakwa dengan membuat ancaman teroris. "Sebagai hasil dari perilaku ini, terdakwa telah menyebabkan informan dan polisi New York City lainnya takut untuk keselamatan mereka, untuk keselamatan publik, dan untuk tanda bahaya serta gangguan," tulis publikasi dari komplain kriminal peristiwa itu.


Tindakan serius ini tampaknya sebagai akibat dari insiden tahun lalu, di mana terjadi peristiwa penembakan terhadap dua polisi di New York. "Anda membuat ancaman di internet, kami akan mengawasi Anda," kata inspektur Maximo Tolentino, seperti dilaporkan Cnet.

Post a Comment

 
Top